Pages

Search

Shenzhen

 

Keep calm and having fun

 

Welcome to Shenzhen

27 December 2012, Pk 5.00 AM

Kami terbangun saat sleeper bus yang kami tumpangi dari Yangshuo berhenti di suatu terminal. Sopir bus berteriak-teriak dalam bahasa China yang tidak kami mengerti. Satu-satunya kalimat yang kami tahu adalah “Shenzhen” :D well, kami sudah sampai di Shenzhen. Jam masih menunjukkan pk 5.00 AM.

Always lost in China

Kabut menyelimuti kota Shenzhen. Kami mengambil lembar booking hotel yang tertulis dalam bahasa China untuk menanyakan jalan. Sopir bus hanya menggelengkan kepala. Hhhh, bayangkan udah tertulis dalam bahasa China lho, atau mereka mengetahui lokasi yang kami tanyakan hanya kesulitan untuk menjelaskan kepada kami. Yach, sepertinya kami harus membiasakan diri kehilangan arah di China. Akhirnya kami memutuskan naik taxi menuju hotel ( Proud way hotel Shenzhen, Hongbao rd Luohu ).

Lucky day

Hotel-hotel di China menurut kami cukup bersahabat. Pagi ini pihak hotel mengijinkan kami check in, meskipun jam masih menunjukkan pk 7.00 AM. Perfect. Saatnya berbenah diri dan bersiap-siap menjelajahi kota Shenzhen.

Dongmen  Pedestrian Street

Ada istilah umum, jika tidak mengunjungi Dongmen shopping street berarti belum berkunjung ke Shenzhen. Berlokasi tidak jauh dari Laojie station, Dongmen pedestrian street merupakan tempat perbelanjaan tradisional yang terkenal di Shenzhen.

Dongmen pedestrian street

Berkeliling di area Dongmen sangat menarik. Bagi yang demen shopping, jangan pernah lewatkan shopping di sini. Baju, sepatu, tas, gadget semua berjubel di sini mulai dari yang produk lokal sampai branded dari Luar negri. Lengkap. Beberapa makanan dan jajajan juga menggoda lidah ;)

Window of the world Shenzhen

Dari Dongmen pedestrian street kami melanjutkan perjalanan ke Window of the world menggunakan subway metro line 1. Yach kami tidak bisa terlalu lama di Dongmen karena kami hanya punya waktu hari ini saja di kota Shenzhen. Besok pagi kami akan melanjutkan perjalanan ke Hongkong.

Window of the world Shenzhen

Window of the world Shenzhen

Window of the world merupakan taman hiburan dengan luas sekitar 480.000 M2 dan berisi sekitar 130 replika tempat terkenal dari berbagai negara. Area taman terbagi menjadi beberapa area antara lain, World Square, Asia Area, Oceania Area, Europe Area, North America Area, World Sculpture Park and International Street. Opening hour 9.00 AM – 11.30 PM. Entrance fee RMB 140 +/- Rp 224.000,-

Memasuki area taman, pengunjung diajak berkelana menjelajah berbagai belahan dunia lewat replika yang ada. Kita akan menemukan Candi Borobudur, Angkor Wat, Cathedral of pissa, Kincir angin, Niagara waterfall, Menara Eiffel dan masih banyak lagi.

Jangan membayangkan jika semua replika berbentuk miniatur, karena beberapa replika berukuran cukup besar sehingga kita dapat masuk di dalamnya. Cool.

Evening dance show

Setiap malam pk 7.30 PM terdapat pertunjukan tari-tarian dengan pesta kembang api diakhir acara. Pertunjukan ini gratis, kita hanya perlu menukarkan tiket masuk kita dengan no kursi saat pertunjukan. Tari-tariannya cukup menarik dan melibatkan sekitar ratusan pemain. Kami tidak menonton pertunjukan sampai selesai, kami memilih berjalan-jalan disekitar hotel dan tidur tidak terlalu larut malam.

 

Evening dance show at Window of the world Shenzhen

Good morning Shenzhen

28 December 2012, pk 8.00 AM

Saat travelling seperti ini, kami paling demen melihat city view dari kamar hotel. Seperti pagi ini kami menyempatkan diri meminum secangkir kopi sambil melihat kota Shenzhen di pagi hari.

City view from our room

City view from our room

Selesai berkemas, kami segera check out dari hotel dan berjalan kaki menuju The MixC shooping mall yang tidak jauh dari lokasi hotel. Dari the MixC kami bisa langsung terhubung dengan subway menuju Louhu Commercial City.

Louhu Commercial City

Louhu commercial city

Louhu merupakan perbatasan Shenzhen dan Hongkong. Louhu juga terkenal dengan Louhu Plaza. Sebelum melewati imgrasi ke Hongkong, kami menyempatkan diri berkeliling di Louhu Plaza. Shopping mall yang sangat ramai, mengingatkan kami dengan Pasar Atom di Surabaya. Tetapi ini dengan versi lebih modern.

Lunch in Louhu

Penduduk China sepertinya sabar-sabar :D kenapa saya katakan begitu ? Gimana ga sabar, semua hal di Luohu ini harus mengantri. Hampir setiap resto yang kami lewati semua penuh orang mengantri. Akhirnya kami pilih resto dengan antrian terbanyak. Lho.. ?! Yach sama-sama antri juga kan, yang paling rame harusnya yang paling enak ;)

Memasuki resto seorang petugas memberi kami no antrian. Kami harus mengantri dengan berdiri, karena jumlah tempat duduk untuk menunggu sangat terbatas. Yang cukup menarik, seorang petugas mulai berkeliling memberikan minuman dan kue ( onde-onde ) untuk para penunggu. Wow, lumayan nich. Rasa onde-ondenya uenak. Kalau selama menunggu mereka memberi beberapa kali onde-onde cukup kenyang juga ya… hehehe…

Resto in Luohu Shenzhen

Lunch in Luohu

Suatu kelebihan saat berpergian hanya berdua adalah minimalisasi waktu antrian. Karena meja ukuran besar durasi selesai makannya akan lebih lama dibandingkan meja kecil :) Sepertinya kami mendapat meja lebih cepat dari beberapa orang yang menunggu disana ;)

Kami mendapat meja kecil di bagian tengah resto. Kami memesan burung dara, tumis jamur, seafood lumpia dan dimsum kaki ayam. Tidak salah, rasa masakan di resto ini enak dan mantap. Sayang sekali kami tidak mengerti nama restonya karena tertulis dalam aksara China.

Good bye Shenzhen

Kami berjalan kaki menuju antrian imigrasi. Meskipun antrian cukup panjang tetapi mereka bekerja cukup cekatan. Loket-loket imigrasi juga banyak. Setelah melewati imigrasi Shenzhen, kami beralih ke Imigrasi Hongkong. Good bye Shenzhen, I’ll be back someday ;)

 

Yangshuo

 

The world is a book and those who do not travel read only one page. – St. Augustine  -

 

One day tour from Guilin to Li River Yangshuo

24 December 2012

Good bye Guilin. Hari ini kami mengambil one day tour menyusuri sungai Li melalui travel agent di lobby hotel dengan biaya 180 RMB (+/- Rp 288.000,-) termasuk transportasi, Li River Bamboo raft, city tour in West street Yangshuo ‘n lunch. Kami check out dari hotel dan mengikuti tour dengan membawa ransel, karena saat tour berakhir di kota Yangshuo, kami tidak ikut kembali ke kota Guilin, tapi kami akan tinggal di Yangshuo selama tiga hari dua malam. 

Start point Yangdi Bamboo Rafting

Yangdi Pier

Setelah melalui perjalanan hampir satu jam, kami tiba di tempat bernama Yangdi Pier. Dari Yangdi kami akan naik bamboo raft menyusuri sungai Li sampai ke tempat bernama Xingping dan kembali lagi ke Yangdi. Jarak antara Yangdi dan Xingping +/- 30 KM. Maka kami akan mengarungi sungai Li pulang dan pergi sejauh +/- 60 KM.

Li River

Satu bamboo raft berisi empat orang. Kami satu rakit bersama sepasang tourist, yang pria berasal dari Italy dan istrinya dari Vietnam. Saat mengetahui kalau kami berasal dari Indonesia, mereka bercerita bahwa pada bulan yang lalu mereka pergi ke Indonesia. Yogyakarta, Bali, Kawah Ijen dan Gunung Bromo. Mereka bercerita bahwa perjalanan ke Kawah Ijen dan Gunung Bromo merupakan perjalanan paling berkesan dan pemandangan paling spectacular bagi mereka. Cool. Harus kami akui, alam di Indonesia memang sangat indah. Sayang sekali sarana transportasi umum dan fasilitas pariwisata di Indonesia tergolong kurang. Kami berharap pemerintah Indonesia lebih serius meningkatkan fasilitas pariwisata di Indonesia, dan masyarakat juga menjaga alam Indonesia dengan lebih baik.

Li River

Li River Bamboo rafting

Konon perjalanan menyusuri sungai Li dari Yangdi – Xingping merupakan penelusuran sungai Li dengan view terbaik. Bahkan terdapat spot di sungai Li (antara Yangdi – Xingping) yang menjadi background gambar pada mata uang 20 China Yuan.

Sepanjang perjalanan menyusuri Li River kami terkagum-kagum melihat pemandangan sungai, pegunungan dan tebing-tebing batu yang menjulang tinggi dengan indah dan gagah. Li River mengingatkan kami pada Tam Coc di Vietnam. Yang kami sayangkan dari perjalanan menyusuri Li River adalah bunyi mesin bamboo raft yang sedikit berisik. Pemandangan spectacular ini akan jadi sempurna jika kita lalui dengan tenang. Anyway, Li River is beautiful.

And I think to my self, what a wonderful world – Neil Amstrong -

 

Yulong Village Yangshuo

Dari Yangdi Pier kami melanjutkan perjalanan ke pusat kota Yangshuo. Kami mengambil optional tour ke Yulong River dengan biaya 50 RMB (+/- Rp 80.000,-) per orang. Peserta yang mengambil optional tour berhenti di Yulong Village. Peserta tour yang lain melanjutkan perjalanan ke West Street Yangshuo.

Yulong Village

Yulong Village merupakan desa kecil didekat Yulong River. Beberapa rumah penduduk masih terbuat dari tanah liat. Rumah dari tanah liat ini masih mereka huni hingga saat ini. Kami menyusuri jalanan desa dan berhenti disebuah kedai kecil. Pihak tour memberi kami pilihan makan siang berupa nasi goreng/mie goreng. Rasa masakannya lumayan enak.

 

Yulong River

Yulong river adalah anak sungai kecil dari aliran sungai Li. Pada bagian sungai yang dangkal kita bisa melihat kejernihan air sampai ke dasar sungai. Cool.

Yulong River in Yangshuo

Yulong river view from Dragon bridge

Yulong River

Bamboo raft in Yulong River

Menyusuri Yulong River terasa lebih tenang. Bamboo raft tidak menggunakan mesin. Tukang perahu mendorong rakit menggunakan tongkat dan menjalanan rakit dengan perlahan.

Dragon Bridge

Dragon Bridge in Yulong River

Dragon bridge merupakan bagian lengendaris dari Yulong River. Jembatan kuno ini sudah ada sejak lebih dari 600 tahun yang lalu. Jembatan batu dengan latar belakang pegunungan yang klasik dan unik. Konon Dragon bridge menjadi latar belakang pembuatan film “The Painted Veil” yang dibuat berdasarkan novel karya W.Somerset.Maugham.

 

Yangshuo Cormorant Fishing

Fisherman in Yangshuo

Saat menyusuri Yulong river, kami melihat nelayan yang menangkap ikan menggunakan burung Cormorant. Burung-burung ini sudah terlatih, mereka akan mencari ikan di dalam air, menangkap ikan dengan paruhnya yang tajam dan membawa ikan tersebut kepada sang nelayan. Konon tradisi memancing seperti ini sudah ada di China sejak ratusan tahun yang lalu. Tradisi memancing ini bahkan menjadi pertunjukan menarik saat acara Festival nelayan Xingping.

 

Mountain View Retreat Yangshuo

Traditional Chinese Resort

Kami bermalam di Mountain view retreat Yangshuo. Hotel dengan gaya tradisional China yang mengingatkan kami pada film-film silat jaman kuno. Suasana hotel yang sangat tenang dengan latar belakang pegunungan yang indah. Begitu sampai di hotel, kami segera berbenah dan bersiap untuk melihat pertunjukan Impression Sanjie Liu. Malam ini kami mengambil paket pertunjukan Sanjie Liu dari hotel dengan biaya RMB 180 ( Rp +/- 288.000,-) per orang dan transportasi pulang dan pergi ke lokasi show sebesar RMB 40 (+/- Rp 64.000,-).

 

Impression Sanjie Liu

Impression Sanjie Liu merupakan pertunjukan theater di alam terbuka dengan latar belakang pegunungan dan sungai Li sebagai panggungnya. Pertunjukan ini melibatkan 600 orang pemain dan dirancang oleh sutradara ternama Zhang Yimou (sutradara pembuat film The flower of war yang diperankan oleh Christian Bale).

Impression Sanjie Liu

Malam ini udara terasa dingin sekali. Kami duduk di bangku kayu yang terasa basah dan dingin. Yach baik pemain maupun penonton berada di alam terbuka, beratapkan bintang-bintang di langit :)

Pada awal pertunjukan semua lampu dipadamkan. Permainan cahaya mulai bermunculan dengan warna warni menarik dari balik bukit. Lagu mengalun lembut mengiringi munculnya para nelayan dengan sampan dan jaring-jaring, mereka menari-nari mengikuti irama lagu. Para penari yang lain bermunculan dengan pakaian berwarna-warni. Sebagian besar dari mereka menari dan menyanyi di atas sampan-sampan. Pertunjukan yang sangat menarik dan harus dilihat saat berada di Yangshuo. Cool !

 

Good morning Yangshuo

25 December 2012

Hari ke dua di Yangshuo. Pagi yang dingin. Suhu mencapai 8 derajat celcius.  Saat sarapan, pemilik hotel dengan ramah menyediakan arang panas sebagai penghangat kaki. Kami memilih traditional Chinese breakfast dan mendapat mie kuah, bubur dan mantau. Rasa masakannya enak dan gurih.

Our Breakfast

Bicycling in Yangshuo

Setelah sarapan, kami memutuskan mengelilingi kota Yangshuo. Kami menyewa sepeda tandem dari hotel dengan biaya RMB 30 (+/- Rp 48.000,-) per hari.

Kami bersepeda menyusuri pinggiran kota dan melewati jalanan desa yang indah. Yangshuo merupakan kota kecil yang sederhana dikelilingi oleh pengunungan yang indah. Yach kota ini benar-benar dikelilingi pegunungan. Sejauh mata memandang kita akan dihadapkan pada jajaran pegunungan yang indah dan gagah. Awesome.

Jalanan desa semakin sepi. Berdasarkan posisi pada peta, sepertinya kami sudah bersepeda sejauh +/- 20 KM. Sebaiknya kami berbalik arah dan pergi ke pusat kota.

City center in Yangshuo

Saat sampai di pusat kota, kami segera pergi menuju terminal bus. Kami membeli tiket sleeper bus untuk perjalanan besok malam menuju Shenzhen dengan biaya 150 RMB ( +/- Rp 240.000,-) per orang.

 

Last day in Yangshuo

26 December 2012

Hari terakhir kami di Yangshuo. Kami mendapat fasilitas late check out dari hotel. Seharian ini kami bersantai di hotel. Menyeduh teh China untuk menghangatkan badan. Nanti malam kami akan melanjutkan perjalanan menggunakan sleeper bus ke Shenzhen. Sleeper bus akan berangkat dari Yangshuo pada pk 7.30 PM dan diperkirakan akan sampai di kota Shenzhen pada pk 7.00 AM.

Chinese Tea

Sore ini kami check out dari hotel dan menggunakan shuttle dari hotel menuju West street yang berada di pusat kota dengan biaya RBM 20 (+.- Rp 32.000,-). Kami akan bersantai di area West street sambil menunggu jam keberangkatan kami ke Shenzhen. Lokasi terminal bus berdekatan dengan area West street.

West street Yangshuo

West street merupakan jalanan tertua di kota Yangshuo. Jalananan sepanjang 517 meter dan lebar 8 meter ini menjadi tempat favorite para tourist. Jalanan ini hanya untuk pejalan kaki. Di samping kanan dan kiri jalan terdapat café, bar, restaurant, souvenir shop, dan hostel.

Good bye Yangshuo

Gerimis mengguyur kota Yangshuo. Kami memutuskan makan malam di KFC. Kami memesan ayam, kentang dan hot chocolate. Cita rasa ayam KFC di China terasa lebih gurih dan berbumbu dibandingkan di Indonesia. Sambil menikmati hot chocolate, kami memandang titik-titik hujan dari jendela. Sebentar lagi kami akan meninggalkan tempat ini. Kota kecil yang memiliki tempat istimewa di hati kami.  Good bye Yangshuo, I’ll be back someday.

 

First Project

 

You don’t take a photograph. You make it – Ansel Adams -

The Wedding - Eko & Lidya

Cover Album

Travelling VS Money

 

Travel is the only thing you buy that makes you rich…

Saat travelling, dana yang kita keluarkan sangat sebanding dengan pengalaman yang kita dapatkan. Berbekal ransel dan kamera. Menyusuri jalanan yang tidak pernah kita lalui, melihat beragam budaya yang berbeda, menikmati cita rasa masakan yang berbeda, menikmati keindahan alam, mengabadikan moment demi moment lewat bidikan kamera, itu semua membuat hidup kita menjadi lebih kaya. 

Apakah harus kaya untuk bisa travelling? Seringkali kita mendengar pendapat jika travelling itu mahal. Semahal apakah? Semua itu tergantung pada negara mana yang akan kita kunjungi, dan seperti apa persiapan yang harus kita lakukan sebelum pergi.

Cheap travel tips

Agar acara jalan-jalan menjadi mungkin dan tidak mahal, maka ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan, antara lain :

1. Pilih tujuan wisata dan sesuaikan dengan anggaran kita.

2. Pergilah saat low season. Harga tiket pesawat, penginapan dll akan lebih mahal saat high season. Sebaiknya pergi di bulan-bulan sebelum/setelah high season, misalnya bulan November atau January (setelah Natal dan Tahun baru).

3. Hunting tiket murah. Pesanlah tiket jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan. Beberapa low cost airline antara lain : Citilink  (Indonesia), Airasia (Malaysia), Jetstar (Singapore).

4. Promo penginapan. Beberapa hotel sering memberikan harga promo untuk pemesanan jauh-jauh hari sebelumnya. Beberapa pilihan pemesanan hotel  antara lain : Tune hotel (jaringan budget hotel milik Airasia), POP hotel (jaringan hotel Harris), Agoda (web pemesanan hotel).

5. Bawalah barang secukupnya. Jika kita membawa barang yang simple dan ringan maka kita tidak perlu membeli bagasi pesawat dan menghemat waktu (pergi dan pulang tidak perlu mengantri untuk urusan bagasi).

6. Rencanakan rute perjalanan. Jika kita tidak efektif mengatur rute perjalanan, kita akan kehilangan waktu dan kemungkinan adanya tambahan biaya. Cari informasi sebanyak mungkin melalui Lonely planet.

7. Gunakan angkutan umum. Sebisa mungkin menggunakan transportasi umum dan menghindari penggunaan taxi.

8. Bersedia tidur di Airport. Beberapa low cost airline kadang memiliki jadwal terbang yang tidak nyaman. Kita sampai di tempat tujuan pada saat tengah malam atau subuh. Di saat seperti ini kita bisa berhemat dengan tidur di Airport.

Thought

 Adventure may hurt you but monotony will kill you…

365 hari dalam setahun, berapa harikah kita punya waktu untuk diri kita sendiri.. melakukan hal-hal yang benar-benar kita sukai? Lepas dari keharusan dan rutinitas sehari-hari? Apakah travelling menjadi bagian dari prioritas kita untuk lepas dari rutinitas dan kemonotonan? So Let’s go to travel ;)

 

Kuliner Surabaya

 

Surabaya

Surabaya merupakan ibu kota provinsi Jawa timur dan kota terbesar ke dua di Indonesia. Nama Surabaya berasal dari kata Sura dan Baya. Sura/Suro dengan lambang ikan sura (sejenis ikan hiu) yang artinya jaya/selamat, dan  Baya/Boyo dengan lambang buaya yang artinya bahaya. Maka Surabaya memiliki arti selamat dari bahaya.

Kafetien 88

Kedai kopi ini dulunya bernama Kopitiam 88 dan sekarang bernama Kafetien 88. Suasana kedai sederhana dan nyaman. Pada tiap meja terdapat banyak sekali tulisan-tulisan tentang puisi, renungan singkat dll. Ide yang cukup menarik ;) Menu Kafetein 88 juga cukup bervariasi. Saat snack time kami lebih memilih bersantai di Kafetien 88. Roti bakarnya enak. Es teh tarik atau es kopi tarik rasanya mantap. Alamat : Jl Jagalan No 88, Surabaya. Harga kisaran Rp 11.000,-

Kafetien 88

 Klepon Bu Nanik

Klepon merupakan kue tradisional dari tepung ketan dengan gula merah. Rasa klepon bu Nanik enak dan empuk. Open pk 6.00 AM – habis. Alamat : Taman Apsari, Surabaya. Harga @ Rp 5000,-

Klepon Bu Nanik

Nasi bakar Like

Setelah mencoba beberapa nasi bakar, kami berkesimpulan nasi bakar Like ini yang paling enak. Terdapat dua pilihan, nasi bakar ayam atau ikan tuna. Nasi bakar sudah tersedia dalam kondisi matang dan saat kita memesan maka nasi bakar  dengan bungkus daun tersebut akan dibakar di atas loyang dan disajikan hangat. Rasanya enak, nasi dengan sayur singkong, ayam/ikan tuna dan sambal yang pedas. Yummy! Open pk 7.00 AM – habis. Alamat : Jl Tidar, Surabaya (depan sekolah Don Bosco) Harga @ Rp 11.000,-

 Nasi bakar Like

Bebek Hitam Barokah

Bebek hitam merupakan bebek khas madura. Daging bebeknya empuk banget dengan bumbu yang gurih meresap ke daging. Disajikan dengan bumbu hitam dan sambel yang super pedas. Mantap. Disarankan memilih paha bebek. Open Pk 5.00 PM – habis. Alamat : Jalan Pacar Keling, Surabaya (depan Factory sport). Harga @ Rp 16.000,-

 Bebek Hitam

Bakso pak Sabar

Bakso daging sapi yang lezat dengan bakso goreng yang khas. Gorengan sebesar kelereng, keras tapi enak. Kuah baksonya bening dan gurih. Open pk 9.00 AM – 10.00 PM. Alamat : Jl Karang menjangan, Surabaya (dekat kampus B, UNAIR) Harga @ Rp 10.000,-

Bakso Pak Sabar

Nasi Udang Ibu Hj Yan

Nasi udang ini lebih terkenal dengan nama nasi udang jalan Samudra, berlokasi di Jl Samudra No 25, Surabaya. Udang crispy dengan serundeng, rasanya gurih dengan sambal khas yang pedas. Yummy! Open 06.00 AM – habis (saat weekend +/- pk 11.00 AM sudah habis). Harga @ Rp 8.000.-

Nasi Udang Ibu Hj Yan

Soto Ayam Kenari

Soto ayam kenari berasal dari nama JL Kenari (pertama kali mereka berjualan) tetapi karena Jl Kenari tsb ditutup maka mereka pindah ke Jl Simpang dukuh N0 14, Surabaya sampai saat ini. Soto Ayamnya enak, gurih dengan kuah yang bening. Mantap. Open Pk 7.00 AM – 2.00 PM. Harga @ Rp 14.000,-

Soto ayam Kenari

 Nasi Pecel Madiun Dharmahusada

Yang membedakan rasa enak dari pecel adalah bumbu pecel dan krupuk peyek. Setelah mencoba beberapa nasi pecel, kami berkesimpulan nasi pecel Madiun Dharmahusada ini yang paling pas dan enak. Bumbunya terasa enak, kekentalan bumbu yang pas dan mantap. Krupuk peyeknya renyah. Terdapat beberapa pilihan ikan seperti sate usus ayam, sate telur puyuh, sate bumbu rujak ayam, telur asin, dadar jagung, tempe bacem dll. Yummy! Open 6.00 PM – habis. Alamat : Jl Dharmahusada (samping UD Anugerah / Roti Melly). Harga @ Rp 6.000,-

Nasi Pecel Darmahusada

Nasi Sayur Pak Djo

Warung Pak Djo hampir selalu ramai pengunjung. Nasi sayur yang sangat khas. Perpaduan sayur sawi dengan sedikit mie dan ayam. Kita bisa memesan dengan porsi pedas sesuai keinginan kita. Open 11.00 AM – 12.00 PM. Alamat : Jl Belimbing (dari kombes Pol M Duriat belok kiri)  Harga @ Rp 12.000,-

 

Nasi sayur Pak Djo

Ikan goreng Capital –Kutisari

Warung ikan goreng bernama Capital ini berlokasi di perumahan Kutisari (samping Indomaret). Terdapat beberapa macam pilihan ikan, seperti ikan kerapu, ikan gurami, ikan dorang, ikan barakuda dan ikan lele. Ikannya terasa gurih dan sambal terasinya terasa mantap. Yummy. Open : 6.00 PM – habis. Harga @ Rp 15.000 – 20.000,- per porsi tergantung besarnya ikan.

Kerapu goreng

Serabi hotel Bumi

Serabi di hotel Bumi Surabaya menjadi salah satu camilan dan pilihan oleh-oleh yang cukup menarik. Rasa serabinya crispy dan enak. Jika kita membeli sebagai oleh-oleh, serabi akan ditata bersusun dalam kotak yang cantik. Alamat Hotel Bumi Surabaya, Jl Basuki Rahmat 106, Surabaya. Harga @ Rp 11.000,-

Serabi Hotel Bumi Surabaya

Nasi Gudeg Bu Yani

Nasi gudeg Bu Yani rasanya pas banget. Baik rasa gurih maupun manisnya. Kebanyakan gudeg menurut kami terasa manis sekali. Yang satu ini paling pas, perpaduan ayam yang empuk, telur, tahu, sayur gudeg dengan bumbu yang gurih dan mantap. Open 5.30 PM – habis. Alamat : Raya Tenggilis depan Supermarket Thalia. Harga @ Rp 10.000,- per porsi.

Nasi gudeg Bu Yani

Belut fresh Manyar

Belut fresh Manyar menyediakan menu khusus belut dengan berbagai jenis masakan. Seperti Belut goreng kering, belut saus Inggris, belut lada hitam dll. Rasa masakannya gurih dan enak. Sambalnya juga mantab. Open 9.00 AM – 11.00 PM. Alamat : Jl Manyar No 79, Barata Jaya, Surabaya. ( samping soto ayam pak Jayus). Harga @ Rp 15.000,-

 

Fresh Belut

Sate Klopo Ondemohen

Sate Klopo Ondemohen konon sudah ada sejak tahun 1945. Awalnya merupakan sate klopo kaki lima dan saat ini sudah menjadi sebuah warung kecil. Sate Klopo Ondemohen selalu ramai pengunjung. Terdapat pilihan menu sate ayam dan sate daging. Sate Klopo rasanya khas. Daging sapi/ayam akan dibalut dengan parutan kelapa dan di suguhkan dengan bumbu kacang dan potongan cabe. Enak ;) Open 6.00 AM – 02.00 AM. Alamat : Jl Walikota Mustajab 36, Surabaya. Harga @ Rp 14.000,-

Sate Klopo

Warung bu Kris

Warung spesial penyet bu Kris memiliki banyak cabang di berbagai kota di Indonesia. Pilihan menu penyetan bervariasi : tempe tahu penyet, ayam, ikan, bakwan, empal dll. Rasa masakannya cukup gurih dan pedas. Menjadi warung favorit saat ingin menu penyetan. Open : 9.30 AM – 8.00 PM. Alamat : Taman Ruko Kayoon 46 C, Surabaya. Harga mulai @ Rp 6000,-

Warung bu Kris

Mie Manyar

Mie Manyar menyuguhkan hidangan mie traditional buatan sendiri (homemade noodle). Mie disuguhkan hangat dengan potongan ayam, bawang goreng, dan sayur. Enak dan gurih. Open 5.30 PM – 11.00 PM. Alamat : Jl Manyar No. 99 (depan terminal Bratang). Harga @ Rp  12.000,-

 

Mie Manyar

Sop Konro Aroma

Sop Konro merupakan masakan sup iga sapi khas Makassar. Sup iga disuguhkan beserta tulang dengan potongan besar. Saat kita menarik potongan daging yang menempel di tulang, daging tersebut dengan mudah terlepas dan benar-benar empuk. Kuah sup terasa gurih dengan begitu banyak rempah-rempah. Yang pasti rasanya enak, gurih dan mantap. Tidak ada bau amis sedikitpun. Must try ;) Open : 8.30 AM – 5.00 PM  Alamat : Jl Perak timur  564 Blok A – 5. Surabaya. Harga Sop Konro @ Rp 30.000,-

Sop Konro

Sop Konro  

Evie Deli

Evie deli menjual beraneka macam roti, kue kering dan kue basah. Kue basah yang di jual di tempat ini tergolong enak dengan berbagai macam variasi yang menarik. Éclair merupakan kue favorite kami, rasanya enak dengan campuran fla dan rum. Alamat : Jl Gayungsari barat No. 30, Surabaya. Harga rata2 @ Rp 5000,-

Evie Deli

Swike Gris

Swieke Gris memiliki banyak cabang di kota Surabaya. Menu kodok goreng dan kodok kuah merupakan menu favorite di resto ini. Kodok goreng terasa crispy dengan daging yang lembut. Mantap. Kodok kuahnya juga gurih dan enak. Alamat : Nginden Intan Raya No. 15, Surabaya.

Swike Gris

 

Loving Hut – Vegetarian Food

Resto vegetarian ini menyediakan banyak variasi menu yang semua tersaji tanpa daging/ikan, tetapi memiliki rasa dan tekstur semirip mungkin dengan daging/ikan. Rasa masakannya enak dan gurih. Menu favorit kami adalah sate jamur. Enak dengan tekstur mirip daging ayam. Alamat : Jl Sumbawa No. 37 (Jl Biliton),Surabaya. Harga rata2 mulai @ Rp 20.000,-

Sate Jamur - Vegan

Sate jamur Vegan